HATI HATI, PENIPUAN BERKEDOK UNDIAN BERHADIAH DI MAL/PLAZA

Sempitnya peluang usaha berdampak pada persaingan usaha yang tidak sehat bahkan cenderung menghalalkan segala cara. Serta lemahnya pengawasan negara terhadap praktik-praktik usaha tidak sehat adalah beberapa faktor pendorong utama mengapa praktik-praktik penipuan berkedok pemberian hadiah gratis dan sejenisnya hadir dan meresahkan masyarakat kita.

Praktik curang tersebut digambarkan dengan ragam modus antara lain dengan: penonjolan hadiah, penjualan terselubung, pemotongan 30% – 50% sebagai biaya administrasi atau uang muka hangus, penandatanganan kontrak dalam kondisi tertekan, dan pemaksaan secara psikis penggunaan ATM atau kartu kredit oleh para sales.

Sekitar 2 hari yang lalu, saya berbelanja di Matahari Plaza Semarang. Saat tiba di lantai 2 dan berniat untuk turun, tiba-tiba seorang Sales mendekati saya, memberikan selebaran dan mengatakan kalau mereka ingin survei pengunjung Plaza, lalu saya diajaknya ke toko bernama Asia Jaya, setelah itu saya diberikan undian yang setelah saya buka ternyata nomornya cocok dan berhak mendapatkan “Hadiah Cabutan”. Dengan kata-kata yang terlalu over, terlalu menyanjung, SKSD (sok kenal sok dekat), mereka menjelaskan bahwa saya baru saja mendapatkan hak untuk memperoleh hadiah yang nilainya sampai jutan rupiah. Saya pikir sejak awal sales ini pasti ngibul, saya sudah menebak kalau semua kupon yang mereka berikan ternyata nomornya cocok semua (cuih). Hanya saja saat itu saya tidak bisa berpikir jernih karena rayuan manis mereka yang mengatakan “mimpi apa anda semalam?” Saya semakin tidak bisa lepas dari jebakan yang mematikan ini. Saya mabuk dengan segala sandiwara & rekayasa yang dibuat oleh mereka yang membuat saya seolah-olah dapat Hadiah senilai jutaan rupiah beneran… mereka terus membujuk saya untuk memilih hadiah apa yang saya sukai untuk diundi, lalu menanda tangani slip tsb. akhirnya….saya menandatangani slip itu dengan bodohnya.

Sebelum saya menarik undian tadi, mereka menjelaskan bahwa jika saya mendapatkan hadiah yang saya sukai, maka saya wajib menebusnya dengan harga 35%, tapi jika saya tidak mendapatkan hadiah yang saya sukai yang sudah saya pilih sebelumnya (ada laptop, PC, home theater, dll), maka saya tidak perlu menebus apapun dan hanya berhak membawa pulang souvenir kecil saja. lalu mereka bertanya apakah saya dapat menebus harga 35% hadiah-hadiah itu sekarang. Saya jawab tidak mungkin karena jelas saya tidak punya uang sebanyak itu. LAlu mereka meminta DP sebesar 300 ribu yang dimasukkan ke dalam amplop, yang mana jika saya tidak mendapat hadiah yang saya skai, uang itu akan dikembalikan. Trik yang cukup bagus dan (tentu saja) licik. Saya berikan juga akhirnya dan berjkali-kali harus tanda tangan. Mereka meminjam kartu tanda pengenal saya seperti SIM. Untungnya saya tidak memberikan kartu kredit, bisa bahaya kalau sampai itu terjadi, mengingat saya menulis tentang hal ini juga berdasarkan pengalaman para korban sebelumnya untuk kasus yang serupa dengan saya.

Lanjut, setelah saya mengambil kupon undian yang terbungkus amplop, saya buka dan ternyata saya mendapatkan sebuah home theatre senilai 8 juta lebih. Dengan kata lain, saya harus menebus harga 35% dari 8 juta, yaitu sekitar Rp.2.800.000. Sambil menyalami saya, mereka berkata dengan keras “selamat! Anda mendapatkan seperangkat home theater senilai 8 juta”.

Setelah itu…saya benar2 sadar….bahwa saya telah DITIPU semua itu SANDIWARA YANG DIREKAYASA……

Saya tidak menyangka….orang2 muda (sales2 tsb) yang (sok) ramah dan sopan telah melakukan INTRIK dan TIPUAN kepada saya……
Dari kejadian ini saya menganalisa dan menyimpulkan bahwa Sasaran & Intrik yang mereka pergunakan adalah :

  • hadiah2 kecil untuk menarik hati sasaran korban
  • Orang yang sendirian (tapi yang ber dua pun ada yang jadi sasaran )
  • memberi pujian2 & sanjungan yang berlebihan
  • mengisi angket, yang sesungguhnya mereka pakai waktu tersebut untuk wawancara.( untuk mengukur kemampuan / daya beli mangsa )
  • sasaran mereka adalah yang punya Kartu Kredit
  • menonjolkan Undian ( jadi bukan produk unggulan dari barang yang dijual)
  • minta Kartu kredit untuk cocokkan angka, lalu tanpa sepengetahuan kita
  • mereka mengecek sisa limit kartu, lantas menggesek nya tanpa persetujuan
  • Ucapan2 selamat, membuat diri kita seakan mendapat Mega Bonus beneran.
  • suasana hiruk pikuk dengan teriakan2, sehingga kita tidak bisa berpikir dengan sehat.
  • menggerumuni dan tidak memberi kesempatan sasaran untuk diskusi dg teman, atau kenalan
  • dalam kwitansi yang kita terima ( bermeterai ) ada tertulis 1 hal yang
  • rada aneh : kedua belah pihak (penjual & pembeli ) telah menyetujui transaksi tersebut diatas tanpa adanya paksaan dari pihak luar manapun & dalam keadaan sehat jasmani & rohani. Dalam keadaan lapar….. saya sama sekali tidak memperhatikan hal ini.

Saya cuma menyesalkan betapa tidak etisnya para penjual itu menggunakan cara-cara yang membingungkan konsumen. Seharusnya konsumen harus diberikan penjelasan yang wajar, tidak menyesatkan, tidak terburu-buru dan tidak mengakal-akali yang menyerempet ke bentuk penipuan terselubung.

Saya sangat menghimbau kepada konsumen-konsumen lain agar berhati-hati untuk tidak tergiur dengan kata PROMOSI. itulah kata yang akan membuat kita tidak bisa berpikir jernih.

Saya akan memberikan tips-tips supaya tidak tertipu, dari pengalaman saya yang baru saja terkena tipuan terselubung:

1.Kalau ada yang menawarkan hadiah-hadiah gratis di mall or tempat keramaian, berkatalah “TIDAK”,”TIDAK”,dan,”TIDAK”. *SBY banget sih*

2.Jika sudah tertarik pastikan anda tidak sendirian (karena sangat mudah bagi pelaku menghipnotis kita dengan bujuk rayu), bersikaplah waspada jika sendirian, jangan mau memperlihatkan or memberitahu kondisi keuangan kita baik yang terdapat di KARTU KREDIT OR DEBIT karena pelaku biasanya menitikberatkan pembayaran dengan cara menggesek karena jika kontan maka uang bisa kita minta kembali dan mereka tidak akan mudahnya mbalelo beralasan untuk mengatakan “tidak bisa karena bayarnya dengan cara gesek, tidak bisa dibatalkan transaksinya”

3.Berusahalah untuk segera meninggalkan pelaku-pelaku penipuan terselubung ini, jika kita sudah merasa RAGU.

4.TERPENTING, katakan TIDAK untuk orang-orang yang menawarkan produk apapun. Adalah Langkah Awal teraman untuk melindungi kita dari penipuan terselubung. Dan jika anda adalah seorang istri, diskusikanlah dengan suami jika ingin membeli sesuatu (Hal yang terlupakan oleh saya karena saya merasa sangat kosong pada saat itu, entah apakah saya dihipnotis juga..Hanya Tuhan yang tahu)

Saya membenarkan bahwa home theater sebagai hadiah promosi gratis adalah mainan belaka saja. Saya prihatin dengan apa yang menimpa saya

Semoga saja rezeki yang akan diterima keluarga kita kelak nanti berlipat ganda dari jumlah uang yang kita keluarkan untuk PENIPUAN TERSELUBUNG seperti yang saya alami ini. Amen.

Keywords ยปrahasia lotre cabutan, trik cabut lotre, kode rahasia lotre di warung, penipuan di mall

One Response to HATI HATI, PENIPUAN BERKEDOK UNDIAN BERHADIAH DI MAL/PLAZA

  1. Thanks for this article!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *