REVIEW NGAWUR, BOLEHKAH?

Dalam dunia paid review, kita sebagai blogger menerima wangsit dari advertiser untuk mengerjakan suatu tugas yang tidak jauh dari kemampuan blogger, yaitu menulis tentang produk atau layanan yang mereka tawarkan di websitenya. Dalam tugas ini, semua persyaratan yang diminta oleh advertiser harus dipenuhi seperti jumlah kata, jumlah anchor text/text link, dan relevansi posting dengan produk yang ditawarkan. Setelah semua terpenuhi, maka blogger akan menerima upahnya yaitu dollar. Dari deskripsi diatas tentang berburu dollar dari program review, kelihatannya mudah sekali ya pekerjaan ini? Tapi masa sih mudah? Menurut saya, tidak semudah itu. Untuk mengikuti program semacam ini, anda harus memiliki blog yang memadai. Dilihat dari jumlah pengunjung, pagerank, Alexa, link popularity, de’el’el..:). Jika blog anda tidak memadai, maka anda belum beruntung dan belum layak untuk ikut berladang dollar dari program review. Memang tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa blog adalah ladang uang. Itu memang benar jika kita rajin mengelolanya. Rajin menabur benih, membajak (bukan membajak artikel orang lho), dan mencabuti ilalang yang tumbuh diantara gandum yang anda tanam. Dengan begitu, maka produksi dollar dari ladang blog anda akan terus meningkat *jadi ingat pas main Travian*

Bicara soal program review, masih ada blogger yang bertanya apakah mengerjakan review secara ngawur itu boleh? Tidak bisa dipungkiri lagi, tidak sedikit blogger yang mengerjakan tugas mulia yang dilimpahkan oleh advertiser yang mengerjakannya dengan ngawur, dengan grammar yang pating bethathut. Dan kebanyakan yang saya temukan dari Google adalah blogger Indonesia (kalau blogger luar sih tidak mungkin karena mereka kan memang bahasanya bahasa Inggris). Kalau bukan tata bahasanya yang ngawur, biasanya postingannya “out of topic”, hanya saja mereka tetap memberikan text link yang sesuai dengan yang diminta advertiser. Lalu apakah review semacam itu diterima? YA. Review semacam itu tetap diterima. Kesimpulannya, apakah boleh mengerjakan review secara ngawur? Saya jawab BOLEH. Terus terang saya sendiri juga suka melakukannya, terutama jika saya tidak begitu mengerti topik dari website yang saya kerjakan. Terkadang saya menggunakan fasilitas Google translate untuk membantu pekerjaan saya. Tapi kadang fasilitas ini hasil terjemahannya agak rancu sehingga kelihatan kurang enak dibaca. Jadi sayapun tetap harus melakukan improve pada hasil terjemahan Google. Seperti itu yang saya pelajari dari mata kuliah “Traduction”.

Lalu kesalahan yang saya lakukan dalam mengerjakan review adalah saya sering membuat penutup yang sedikit “menjitak” advertiser. Basanya kalau untuk review tentang loans. Saya selalu mengatakan di akhir paragraf “bagaimanapun meminjam uang bukan pilihan terbaik. Lain kali anda tidak boleh jatuh di lubang yang sama“. Lho, disuruh untuk menulis agar pembaca tertarik untuk melakukan pinjaman kok malah ujung-ujungnya tidak menyarankan untuk meminjam uang? Walau begitu advertiser tetap menyetujui postingan ini. Saya sempat berpikir apakah sang advertiser tidak membaca postingan saya dengan cermat? Mungkin jika beliau teliti membacanya sampai bawah, bisa saja postingan saya ditolak. Wah, bisa-bisa usaha pinjaman uang atau loan jadi ga laku gara-gara postingan semacam ini, hahahaha…

Biasanya saya mengerjakan pekerjaan ini di malam hari, saat semuanya tertidur pulas. Untuk menambah konsentrasi, saya mengerjakannya sambil mendengarkan album terbaru Akiko Shikata, Harmonia (lagunya memang bagus, sumpeh). Yep, setiap orang punya cara tersendiri dalam mengerrjakan pekerjaannya. Situasinya pun berbeda-beda. Jadi saran saya, kerjakanlah tugas anda sessuai dengan kemampuan yang anda miliki. Saya yakin andapun bisa mengerjakannya dengan hasil yang bagus.

One Response to REVIEW NGAWUR, BOLEHKAH?

  1. Tips-Trik says:

    asal-asalan pantasnya dapat asal-asalan juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *